Dosen Arogan
Bersikap sebagai seorang dosen memang bukan perkara gampang. Bila terlalu akrab dan “lunak” kepada mahasiswa bisa membuat ngelunjak. Sebaliknya, terlalu kaku pun bakal menimbulkan jarak. Berikut ini adalah kisah seorang dosen yang masih baru di sebuah universitas ternama. Saat itu sang dosen sedang menghadiri sebuah acara gawean mahasiswa di kampusnya.
Dosen muda itu tiba di ruang acara dan langsung mengambil tempat duduk di barisan depan, di posisi yang diperuntukkan bagi para dosen. Perasaan berbeda sebagai seorang guru di antara para murid membuatnya memperlihatkan sikap yang jumawa. Tiba-tiba mahasiswa yang menjadi salah seorang panitia menegurnya.
“Maaf, Mas! Mohon jangan duduk di sini. Barisan ini hanya untuk dosen.”
Sang dosen meradang. Harga dirinya tercabik-cabik. Kebesarannya sebagai seorang dosen, walaupun masih baru dan belum banyak dikenal, sangat terluka. Dengan berang dia menghardik, “Hei, kamu tahu siapa saya?!”
Sang mahasiswa mengkeret mendengar berangnya. “Ti... tidak tahu, Mas.”
“Saya dosen di sini!!”
Tanpa disangka-sangka sang mahasiswa balas menantang, “Eh, Mas tahu siapa saya?”
Mendapati tantangan seberani itu, sang dosen justru balik mengkeret. Anak ini pasti somebody, pikirnya. “Nggak...” dosen muda menggeleng takut-takut.
Sang mahasiswa menghembuskan napas lega, “Oh, syukurlah...” katanya lirih.***
Wakakakak! Hidih! Jangan serius-serius amat atuh membacanya! Ini mah tulisan iseng kalau Marshmallow lagi bete, tapi nggak punya ide bagus buat nulis dan kerjaan numpuk bikin mumet.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar